Label

Curhat (4) kuliah (1) masa kecil (2) song (6) True story (1)

Sabtu, 13 Juli 2013

Dulu, Waktu Masih Kecil

Dulu, aku adalah seorang anak yang dibesarkan di keluarga yang sebenarnya sangat sayang padaku. Waktu itu aku belum menyadarinya sehingga aku beranggapan bahwa semua orang dirumah adalah orang yang pemarah. Jujur, aku sempat membenci keluargaku.

Aku memang seorang anak kecil yang dulunya bisa dibilang obesitas, yang malas, tapi waktu main sama teman aku jadi sangat bersemangat. Namanya juga anak kecil. Aku sering dimarahi mama karena tidak mendengar perkataannya. Aku sering membantah perkataannya. Aku pernah pulang magrib dan berujung dengan dipukuli dengan hanger dan ikat pinggang lalu dikurung di kamar mandi. Aku sadar aku salah, yang namanya pulang magrib itu gak baik untuk seorang anak kecil, kalau terjadi apa-apa di jalan gimana. Jangankan pulang magrib, menyeberang jalan saja aku tak berani sampai sekarang. Tamparan pun sekarang tak terasa sakit lagi. Mungkin itu bisa dibilang masa kelamku.

Papaku bukanlah orang yang pemarah ataupun bisa meluapkan kemarahannya. Beliau adalah sosok yang tenang dan berkepala dingin kalau menghadapi masalah. Itu menyebabkan aku lebih takut dengan mama. Suatu hari papaku pernah bilang, "Jangan sering buat mama kamu marah. Sebenarnya papa tuh kangen sama anak papa yang dulu, yang penurut, gak membantah orang tua." Spontan raut wajahku berubah. Untuk menjalankan perintah agama saja aku sangat susah. Harus membuat perjanjian terlebih dulu dan yang sampai sekarang aku tidak bisa pernah menepatinya.

Di keluargaku, saat makan tidak boleh makan dengan mulut bunyi berdecak. Aku rasa di keluarga kalian juga begitu. Jika ada yang begitu di meja makan, langsung di suruh makan di dapur atau disuruh menyudahi makannya. "Makan kok kayak kambing bunyinya. Makan di dapur aja kamu, jangan makan disini." atau "Jorok banget kamu makan, ya udah ga usah makan lagi." Dulu aku kira itu kejam, tapi, "Ga ada sekolah untuk mengajari adab ke orang tua, adab ke sesama manusia, adab makan dll kecuali di keluarga."

Aku malah pernah kabur dari rumah. Kaburnya tidak pernah jauh. hanya sekedar ke rumah tetanggaku dan memanjat pohon rambutan. Disitulah aku bersembunyi saat semua orang mencariku, atau aku bersembunyi di dalam kamar mandi tamu saat aku kena marah. Aku tahu mereka sayang padaku, dulu aku sempat beranggapan mereka salah dalam mendidikku. Tapi setelah dipikir lagi, cara mereka benar, mereka membuatku menjadi orang yang setidaknya lebih sopan dan memperhatikan aspek kesopanan.

Mungkin bisa dibilang aku adalah kebalikan anak-anak jaman sekarang yang pada berani ngbentak orang tua. Setidaknya bukan kalian. Mungkin jamannya juga udah beda. Tempatnya juga beda. Ditempat aku dibesarkan sekarang aku malah mempunyai teman yang bercandanya keterlaluan sama ibunya. Waktu ibunya sakit dia bilang "Kalo mama sakit duit mama jadi banyak, kalo gitu aku doain aja supaya mama sakit terus. Hahaha." ibunya menjawab, "Seneng lo lihat gue sakit, kenapa ga doain gue mati aja sekalian. Dasar anak kurang ajar!" dia jawab, "Kan cuma bercanda ma." Ibunya bilang, "Ni sherly, si *a* kurang ajar banget, masa ibunya disumpahin gitu." aku cuma bisa bilang dalam hati, keterlaluan banget nih orang, ngomong sama orang tuanya aja kayak gitu.

Cuma itu yang bisa aku share tentang masa kecilku. 
Maaf kalo ada kata-kata yang kurang berkenan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar